![IMG-20181204-WA0015[1]](https://4r4life.video.blog/wp-content/uploads/2018/12/img-20181204-wa00151.jpg?w=1100)
Dalam hal ini saudara Syamsul Arif bekerja sebagai PLH dan juga sebagai seorang ayah dalam rumah tangga serta sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka (UT) bekerja sudah hampir delapan tahun, beilau menuturkan bahwa pahit manis pengalaman dalam profesinya sebagai PLH selama tujuh tahun sudah dirasakan dari sejak awal gajinya sebesar Rp tujuh ratus ribu rupiah (700.000,-) sampailah sekarang naik menjadi Rp satu juta rupiah (Rp 1.000.000,-) per bulan serta keluh kesah mengenai pengaturan jam kerja yang diatur oleh pihak pemerintah yang dia anggap kurang efektif (dari jam 05:00-08 wib), pak Syamsul Arif juga berharap pembagian jam kerja seperti ini harus di rubah kembali menjadi dari pukul 05:00-07:00 wib, alasannya adalah kalau sudah diatas jam 07:00 volume kendaraan yang lalu lalang di jalan ini sudah semakin meningkat dan mengganggu pekerjaan serta mengancam keselamatan dirinya dan juga pengendara di jalanan, Disamping itu pak Syamsul Arif juga mengharapkan agar masyarkat lebih disiplin dalam membuang sampah. Meskipun gaji kami adalah dari uang masyarakat.
Dengan sistem kerja dibagi menjadi beberapa lokasi disepanjang jalan Sutoyo yang telah ditentukan dengan jarak sekitar 100 meter, serta beberapa peralatan khusus seperti karung goni berukuran sekitar 15 kilo gram, sapu taman, dan juga skop yang telah difasilitasi oleh pemerintah sendiri. Kemudian proses pembuangan sampah yang telah dikumpulkan tadi ada bagian pekerja lainnya yang akan mengambil sampah-sampah yang telah di masukkan dalam karung tadi untuk dibuang ketempah pembuangan sampah umum (TPU) yang beroperasi sekitar jam 08:00 wib.
Untuk mengetahui lebih lanjut kegiatan liputannya, bisa lihat video dibawah ini.