Sampah domestik atau limbah rumah tangga merupakan bahan buangan yang timbul karena adanya kehidupan manusia, masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat timbul di berbagai daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Sampah yang kerap disebut sebagai limbah rumah tangga dapat berupa limbah padat ataupun limbah cair. Limbah padat dapat berupa sampah organik maupun anorganik dan limbah cair dapat berupa air kotor yang berasal dari bekas atau sisa aktivitas rumah tangga. Limbah yang dibuang secara sembarangan dapat menimbulkan berbagai macam dampak baik pada lingkungan maupun pada kesehatan itu manusia sendiri. Semua negara di bumi ini menyadari bahwa sampah atau limbah adalah salah satu permasalahan yang sangat sulit untuk ditanggulangi serta membawa ketidaknyamanan hidup dalam sebuah lingkungan.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat juga mengalami peningkatan daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas limbah yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbunan sampah memerlukan pengelolaan.
Seperti salah satu rumah sekaligus merupakan kantor swasta yang saya jadikan sebagai salah satu sumber yang saya datangi, tepatnya berada di Jalan Parit Husin Hamzah 2, komplek alex griya permai 1 no F 12. Dalam kesehariannya, orang-orang yang melakukan aktivitas sehari-hari di kantor Pontianak Institut ini juga tidak lepas dari penggunaan berbagai macam produk yang tentunya dapat menghasilkan berbagai macam limbah padat seperti sampah organik dan anorganik sehingga harus memaksa sebagian penjaga kantor ini untuk pndai-pandai dalam mengolah sampah yang di hasilkan dik kantor ini.
Seperti yang telah diungkapkan oleh seorang yang menjadi narasumber saya yaitu saudara Riduansyah selaku penjaga kantor ini sekaligus seorang mahasiswa yaitu, dalam kesehariannya biasanya kantor ini biasanya dalam satu (1) hari saja bisa menghasilkan sampah sebanyak enam (6) kilo gram, jumlah tersebut belum termasuk jikalau ditambah lagi ada acara dikantor ini, maka jumlah sampah yang dihasilkan juga semakin bertambah tentunya lebih dari tiga (3) kilo gram dengan jenis sampah yang yang masih bercampur antara organik dan anorganik dan yang paling banyak didominasi oleh sampah anorganik sperti plastic indomie, kaleng ikan sarden, kaleng susu, deterjen, shampoo kemudian sampah bekas kertas pembungkus makanan, serta kertas dokumen yang salah dan sisa-sisa berkas yang tidak dipakai lagi.
Kemudian proses pembuangan sampahnya adalah ditampung terlebih dahulu selama 2 hari, baru kemudian di setorkan ke tukang pengambil sampah yang masuk-masuk ke complex kantor yang dijaganya. narasumber lebih memilih untuk diberikan kepada tukang pengambil sampah dikarenakan tidak susah untuk pergi ke tempat pembuangan sampah umum, selain itu juga sebagai sedekah untuk memberikan rezeki dengan tukang pengambil sampah tersebut.